Kamis, 26 Februari 2015

Gejala Penyakit Wasir

Gejala penyakit wasir dapat dipengaruhi banyak faktor, mulai dari hidup kurang gerak sampai dengan pola makan kurang serat dapat menjadi faktor penyakit wasir. Terlambat menangani keluhan atau gejala penyakit wasir pada akhirnya bisa juga akan memperparah kondisi wasir. Penyakit wasir atau yang dikenal dalam istilah sehari-hari sebagai ambeien merupakan pembengkakan sejumlah pembuluh darah balik (vena) di sekitar anus. Penyakit wasir dalam istilah medis juga dikenal sebagai hemorrhoid.
Berdasarkan informasi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM menyatakan bahwa sebesar 30% pasien mengalami gangguan pencernaan juga menderita wasir (ambeien). Dr. Ari Fahrial Syam dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM mengatakan, gejala penyakit wasir umumnya tidak dapat dideteksi karena masih belum menimbulkan gejala. Namun tidak ada salahnya memperhatikan gejala penyakit wasir guna mendapatkan perawatan lebih baik dan lebih dini. Walau bukan penyakit yang mengakibatkan kematian tapi wasir yang sudah parah dapat menurunkan kualitas hidup sang penderita. Biasanya rasa sakit yang sangat mengganggu sampai darah yang dapat keluar ketika si penderita sedang buang air (BAB). Maka sebelum penyakit wasir menjadi semakin parah, kita harus cermat mengenali gejala penyakit wasir agar segera mendapat penanganan yang tepat sehingga masalah wasir yang dialami dapat teratasi.

Gejala Penyakit Wasir Secara Umum

Berikut ini akan disampaikan beberapa tanda-tanda atau gejala penyakit wasir yang umum ditemui :
  • Terdapat Darah keluar dari Dubur (Anus). Adanya darah segar di kertas toilet, di dalam toilet atau pada tinja sehabis BAB. Pembesaran pembuluh darah bisa diakibatkan oleh aktivitas mengejan saat BAB. Lantaran pembuluh vena itu tipis dan mudah pecah, maka ketika Anda mengejan maka pembuluh darah di sekitar anus membesar dan ketika bergesekan dengan feses atau kotoran yang keras maka bisa saja akan menyebabkan pendarahan pada saat BAB.
  • Dubur (Anus) terasa panas. Rasa panas terjadi biasanya saat duduk terlalu lama atau sehabis buang air besar (BAB). Rasa panas terdapat di anus akibat penekanan pada vena yang sudah mulai membesar. Sehingga terasa kurang nyaman saat duduk dalam waktu yang lama atau beraktifitas.
  • Timbul Rasa Nyeri. Rasa nyeri atau sakit terjadi di anus terutama setelah BAB. Rasa nyeri bisa jadi diakibatkan dari pembuluh darah yang pecah, terutama karena ada penekanan dari feses. Atau rasa nyeri dapat timbul akibat luka yang dihasilkan dari gesekan antara pembuluh darah yang terbuka dan menyebabkan pendarahan dengan kotoran (feses).
  • Terdapat tonjolan. Pembesaran pembuluh darah dapat berbentuk tonjolan yang keluar dari anus. Biasanya jika sudah mulai ada tonjolan artinya wasir sudah memasuki tahap selanjutnya. Apabila tonjolan masih dapat dimasukan secara spontan ke dalam anus, maka artinya wasir belum terlalu parah namun sudah harus mendapatkan penanganan segera. Tapi apabila tonjolan tersebut tidak dapat masuk dengan sendirinya maka Anda harus memasukkan kembali tonjolan tersebut ke dalam bagian anus dengan tangan.
  • Timbul rasa gatal pada anus. Rasa gatal yang timbul pada anus dipicu oleh infeksi dari luka pada pembuluh darah yang pecah. Lantaran anus merupakan tempat bermuaranya feses, maka kemungkinan infeksinya juga tinggi. Oleh sebab itu sebaiknya setelah melakukan buang air (BAB) Anda harus membersihkan dengan teliti jangan sampai ada sisa kotoran atau feses yang menempel.
Baca juga artikel obat tradisional wasir kronis Klik Di Sini

Penyebab Hepatitis B

Hepatitis B dan C merupakan penyakit liver yang paling banyak ditemukan. Penyakit Hepatitis B adalah infeksi serius pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Pada beberapa orang infeksi hepatitis B dapat menjadi kronis dan menyebabkan kegagalan hati, kanker hati atau kerusakan pada jaringan hati.
Virus Hepatitis B menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Jika tidak segera diobati, maka infeksi penyakit bisa menyebabkan penyakit hati kronis dan mengancam keselamatan jiwa penderitanya. Karena itu, vaksinasi perlu diberikan pada mereka yang belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus tersebut.

Salah satu gejala hepatitis B yang khas adalah perubahan warna kulit di area yang putih menjadi kekuningan. Oleh karena itu, di beberapa daerah di Indonesia penyakit ini sering disebut dengan "Penyakit Kuning".

Banyak orang yang mengalami hepatitis B dapat sembuh bahkan jika tanda dan gejalanya parah. Karena itu,penting bagi kita untuk mengenali gejala-gejala penyakit ini. Berikut ini beberapa gejala khas dari penyakit Hepatitis B yang harus diwaspadai.

Gejala Penyakit Liver Hepatitis B

Tanda dan gejala hepatitis B biasanya muncul setelah dua sampai tiga bulan setelah anda terinfeksi dan gejalanya dapat bervariasi dari yang ringan sampai parah. Tanda dan gejala hepatitis B antara lain:
  • Nyeri pada area perut
  • Urin yang berwarna gelap
  • Nyeri sendi
  • Hilang nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Lemah dan kelelahan
  • Kulit dan area putih pada mata menjadi kuning
Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab Penyakit Hepatitis B

Infeksi hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menular secara langsung melalui darah, air mani atau cairan tubuh lain. Ketika virus hepatitis B masuk kedalam hati, virus ini akan menyerang sel hati dan melipat gandakan dirinya. Hal ini akan menyebabkan pembengkakan pada hati dan memicu tanda dan gejala infeksi hepatitis B.

Virus Hepatitis B menular dengan cara:
  • Hubungan seksual
  • Berbagi jarum suntik
  • Kontak langsung dengan darah
  • Menurun dari ibu kepada anak
Faktor risiko

Risiko hepatitis B akan meningkat jika anda:
  • Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda tanpa menggunakan alat pengaman
  • Melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi hepatitis B tanpa menggunakan alat pengaman
  • Memiliki penyakit seksual menular seperti gonorrhea atau Chlamydia
  • Berbagi jarum suntik
  • Satu rumah dengan seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B
  • Memiliki pekerjaan yang mendekatkan anda dengan kemungkinan menyentuh darah manusia
  • Menjalani hemodialysis (cuci darah)
Baca juga artikel lainya pengobatan tradisional hepatitis b

Rabu, 25 Februari 2015

Penyebab Benjolan Di Ketiak

Benjolan di ketiak atau Lymphadenitis adalah peradangan pada salah satu atau lebih kelenjar getah bening, yang biasanya menjadi bengkak dan lunak. Jadi ketika kelenjar getah bening di sekitar leher, ketiak, dan pangkal paha membengkak dan terasa sakit ketika ditekan, itu merupakan pertanda adanya lymphadenitis.
Faktor penyebab Benjolan di ketiak

1. Infeksi bakteri dan jamur

Benjolan di ketiak karena infeksi bakteri atau lebih di kenal dengan bisul di ketiak. Bisul di ketiak terjadi karena bakteri masuk ke pori-pori dan folikel rambut, misalnya setelah menggaruk-garuk ketiak atau mencabut bulu ketiak dengan tidak memperhatikan kebersihan. Itulah penyebab kelenjar getah bening di ketiak menjadi bengkak. Jika dibiarkan maka akan berlanjut menjadi infeksi yang menyakitkan yang dapat menyebabkan abses atau kumpulan nanah. Apabila ada koreng atau luka yang terinfeksi juga dapat menmenyebabkan benjolan pada ketiak karena kelenjar getah beningnya membengkak. Selain infeksi jamur dan bakteri, infeksi protozoa dan infeksi virus seperti HIV/AIDS, cacar, mononukleosis dan herpes juga dapat mengakibatkan membengkaknya kelenjar getah bening yang menyakitkan pada ketiak.

2. Mencukur bulu ketiak

Mencukur bulu ketiak juga dapat mengakibatkan rambut tumbuh ke dalam, yang terkadang juga dapat menjadi benjolan berbahaya di ketiak.

3. Penggunaan deodorant

Ternyata penggunaan deodorant juga dapat mengakibatkan benjolan di ketiak. 

4. Reaksi alergi

Reaksi alergi terhadap penisilin, yodium, sulfa dan obat-obatan lainnya juga dapat menyebabkan benjolan pada ketiak. Selain itu vaksin tifoid dan cacar juga mengakibatkan kelenjar getah bening membengkak.

Bahaya benjolan di ketiak, tanda adanya Kanker

Benjolan di ketiak dapat berbahaya karena, bisa jadi itu merupakan indikasi adanya kanker. Kanker payudara tidak hanya terjadi pada wanita tetapi juga pada pria. Jika anda memiliki benjolan di ketiak serta mempunyai riwayat keluarga dengan kanker payudara. Dan apabila terjadi gejala sperti dibawah:

- Benjolan keras, kemerahan dan terasa sangat menyakitkan
- Demam tinggi di atas 38 C
- Terjadi kejang
- Sesak nafas atau kesulitan bernafas
Segeralah periksakan diri anda, dan obati penyakit anda sebelum penyakit anda menjadi lebih parah lagi.

Baca juga artikel lainya obat herbal benjolan di ketiak Klik Di Sini

Apa Itu Hamil Anggur

Kemarin - kemarin kitakan sudah bahas mengenai ciri - ciri kehamilan. Tapi ternyata ada timbul suatu pertanyaan katanya ada Hamil Anggur yang bisa mengecoh kita karena tanda - tandanya yang mirip seperti hamil beneran. Lah terus emang hamil anggur itu hamil bohongan? Pasti banyak yang bingungkan.Ditambah lagi banyak mitos mitos yang dipercaya seperti janin dalam kandungan kita diambil genderewolah kita dapet santetlah dll. Uh pasti anda semakin bingung. Maka dari itu saya kali ini akan membahas khusus mengenai Hamil Anggur. Agar kita bisa tetap menjaga kesehatan dan mencegah berbagai macam hal yang tidak diinginkan.


Pengertian Mola hidatidosa

Mola Hidatidosa atau yang biasa kita kenal dengan nama Hamil anggur Sebenarnya Kehamilan yang Normal, seperti hamil pada umumnya namun ada masalah ataupun yang seharusnya cikal bakal janin itu tumbuh berkembang justru malah berhenti dan malah sel yang harusnya nanti menjadi plasenta yang berkembang. Selanjutnya Sel tersebut berkimpul membentuk sebuah kelompok dan terjadilah pembengkakan gelembung- gelembung berisi cairan. Karena Gelembung itu berkelompok kayak anggur makanya disebut hamil anggur.

Hamil Anggur bisa dikatakan juga sebagai tumor jinak karena terjadinya kegagalan pada proses perkembangan cikal baka bayi. Jika terus dibiarkan bisa saja tumor jinak ini menjadi tumor yang ganas. Maka dari kita harus mengetahui mengenai hal ini.

Jenis Hamil Anggur

1. Complete Mole

Complete mole atau bisa juga kita sebut dengan Mola Klasik adalah Hamil yang keseluruhannya itu palsu. Jadi hamil anggurnya memang dari awal tidak terdeteksi hamil hanya perutnya saja yang seperti orang hamil. Padahal itu bukan hamil tetapi tumor jinak yang bersarang ditubuh.

2. Partiel Mole

Partiel mode itu kebalikanyya dari complete mole. Jadi memang siibu awalnya benar - benar mengandung atau dalam tubuhnya memang benar benar ada. Tapi perkembangan janinnya abnirmal sehingga janin menjadi kurang lengkap ataupun cacat.

Penyebab Hamil Anggur

Asal kalian tahu saja ya, hamil anggur itu tidak jelas penyebab pastinya apa namun beberapa pakar menduga bahwa :
  • Terjadinya kekurangan aupan makanan yang mengandung protein, asam folat, dan karoten.
  • Ovum sudah patologis sehingga mati, namun terlambat dikeluarkan
  • Imunoselektif dari trofoblas
  • Karena faktor keuangan atau seosial ekonomi yang sangat rendah
  • Paritas tinggi
  • Terjadinya infeksi oleh virus
  • Faktor kromosom yang belum jelas
Gejala Hamil Anggur
  • Gejala awalnya sama seperti kehamilan pada umumnya, bahkan bisa saja ketika mencoba test kehamilan hasilnya positif hamil
  • Rahim akan membesar namun lebih besar dari usia kehamilan karena hamil anggur berkembang lebiih cepat dari hamil pada umumnya
  • Terjadinya pendarahan pada awal trimester
  • Seringnya merasa mual dan muntah
  • Tekanan darah semakin meningkat
  • Kadar tiroid dalam darahpun ikut meningkat
  • Ketika terjadi pendarahan akan keluar gelembung berisi cairan seperti buah anggur tadi.
  • Muka terlihat sangat pucat dan berwarna kekuning -kuningan biasanya disebut muka mola ataupun mola face
  • Tidak terasa gerakan gerakan bayi, tidak terdengar jantung janin berdetak
Orang yang Beresiko
  • Usia Ibu yang hamil dibawah umur 20 tahun
  • Usia Ibu sudah melebihi 34 tahun
  • Sudah memiliki anak lebih dari 3
  • Pernah Mengalami hamil anggur sebelum - sebelumnya, maka dari itu orang yang pernah mengalami hamil ini lebih baik menunda kehamilan sampai benar - benar sembuh
Baca juga artikel lainya pengobatan tradisional benjolan di rahim

Jumat, 20 Februari 2015

Penyebab Mastitis

Mastitis adalah peradangan payudara biasanya disebabkan oleh infeksi. Hal ini dapat terjadi pada setiap wanita, meskipun mastitis yang paling umum terjadi dalam 6 bulan pertama menyusui.

Mastitis dapat membuat Ibu merasa sangat lelah dan sakit. Ditambah dengan tuntutan merawat bayi yang baru lahir, hal ini membuat banyak perempuan berhenti menyusui sama sekali. Tapi sangat disarankan untuk dapat terus menyusui bayi. Karena menyusui membantu untuk membersihkan infeksi. Menyusui dengan payudara yang terkena mastitis tidak akan membahayakan bayi.

Meskipun sangat sakit dan membuat ibu terkadang patah semangat dalam memberikan ASI eksklusif, mastitis dapat disembuhkan dengan pengobatan yang benar.

Apa sih penyebab mastitis itu?

Mastitis paling sering terjadi ketika bakteri memasuki payudara melalui puting. Hal ini dapat terjadi ketika seorang ibu menyusui memiliki puting yang terluka atau pecah-pecah.

Faktor lain yang juga dapat menyebabkan mastitis:
  • Tidak menyusui dalam waktu yang cukup lama, misalnya karena berpergian
  • Menyusui namun tidak tuntas, sehingga payudara tidak benar-benar kosong. Pastian bayi menyusui (latch on) dengan benar. Bila tidak yakin, kunjungi konselor laktasi di rumah sakit bersalin.
Bagaimana gejala-gejala mastitis?

Mastitis biasanya ditandai dengan adanya satu bagian di salah satu payudara yang terasa sakit. Terasa hangat saat disentuh dan atau berwarna kemerahan. Ibu juga mungkin mengalami demam, menggigil, dan nyeri tubuh.

Tanda-tanda bahwa mastitis makin parah:
  • kelenjar getah bening di ketiak sebelah payudara yang terinfeksi membengkak dan terasa sangat menyakitkan,
  • detak jantung cepat,menderita gejala seperti flu.
Mastitis dapat menyebabkan payudara membengkak dan terasa seperti benjolan yang keras dan menyakitkan.

Apakah ada yang membuat seseorang lebih beresiko terkena mastitis?

Seseorang lebih mungkin mendapatkan mastitis saat menyusui jika:
  • Pernah mengalami mastitis sebelumnya
  • Menunda atau melewatkan sesi menyusui
  • Tidak mengosongkan payudara sepenuhnya secara teratur
  • Mengalami luka pada puting yang disebabkan karena posisi menyusui yang tidak benar
  • Menderita anemia. Anemia membuat seorang ibu lebih mudah lelah dan menurunkan tingkat ketahanan tubuh terhadap infeksi seperti mastitis.
Ibu menyusui bisa mendapatkan mastitis setiap saat, namun paling sering terjadi dalam 2 bulan pertama bayi. Setelah 2 bulan, pola menyusui bayi umumnya menjadi lebih teratur sehingga membantu mencegah mastitis.

Dokter dapat mendiagnosa penyakit mastitis dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang gejala yang dialami oleh Ibu dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan di lab biasanya tidak diperlukan.

Baca juga artikel lainya obat tradisional mastitis

Kamis, 19 Februari 2015

Pengobatan Kanker Usus

Kanker usus adalah tumor ganas pada usus. Usus merupakan saluran pencernaan yang dimulai dari ujung bawah lambung sampai sebelum rektum. Usus manusia terdiri dari usus halus dan usus besar. Usus halus terbagi 3 bagian, mulai dari bagian pertama yang menerima makanan dari lambung disebut usus dua belas jari atau duodenum, dilanjutkan oleh usus kosong atau jejunum, dan terakhir usus penyerapan atau ileum. Usus besar atau kolon terdiri dari kolon asenden, kolon transversum, kolon desenden, dan kolon sigmoid. Diantara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu atau caecum. Usus buntu memiliki sebuah saluran buntu seperti tabung yang disebut dengan umbai cacing atau apendiks. Kanker usus adalah tumor yang terjadi disepanjang saluran tersebut. Kanker pada usus secara umum lebih sering terjadi pada usus besar dibandingkan dengan usus halus.

GEJALA

Gejala pada kanker usus bervariasi tergantung pada letak kankernya. Kanker pada usus halus seringkali tidak jelas dan tidak spesifik, seperti nyeri perut melilit yang hilang timbul, mual, sembelit, muntah, berkurangnya berat badan, dan anemia kronis. Karena gejala yang tidak spesifik ini, penegakan diagnosis kanker usus halus sering terlambat sekitar 6-8 bulan dari gejala pertama kali muncul. Gejala akan bertambah berat bila tumor semakin membesar dan menyumbat jalannya makanan pada rongga usus. Pada kasus yang jarang tumor dapat menyebabkan perforasi pada dinding usus. Perdarahan pada rongga usus juga dapat terjadi, bila perdarahan sedikit-sedikit tidak akan terjadi perubahan bentuk tinja dan kelamaan akan dapat menyebabkan anemia. Bila perdarahannya banyak, tinja akan berubah warna menjadi kehitaman dan lengket seperti aspal, bau, dan pasien dapat mengalami pusing dan pingsan karena banyaknya darah yang keluar.

Kanker usus besar atau kanker kolon memiliki gejala utama perubahan kebiasaan buang air besar. Perubahan gejala ini dapat berupa diare, sembelit, buang air besar berdarah, tinja berbentuk kecil-kecil seperti biji salak, dan buang air besar yang tidak lampias. Gejala lain dapat berupa nyeri perut, keram, kembung, mual, lemas, penurunan berat badan, muntah, dan teraba benjolan di dalam perut.

PENYEBAB

Penyebab terjadinya kanker usus dapat berupa faktor genetik yang diturunkan seperti: familial adenomatous polyposis dan hereditary nonpolyposis colorectal cancer. Kebiasaan diet dengan makanan daging merah dan makanan yang diasapkan meningkatkan risiko terkena kanker usus sebanyak 2-3 kali lipat. Kebiasaan mengkonsumsi tembakau dan alkohol juga diketahui sebagai penyebab kanker usus. Beberapa penyakit lain yang dapat menjadi awal terjadinya kanker adalah penyakit Crohn, penyakit celiac,dan polip usus. Faktor risiko lain yang tidak dapat dirubah adalah usia, 90% dari kanker usus besar ditemukan pada pasien dengan usia diatas 50 tahun.

PENGOBATAN                                                                     

Pengobatan kanker usus tergantung bervariasi tergantung dari letak, ukuran, dan persebaran kanker. Kanker pada stadium awal yang ukurannya tidak terlalu besar dapat dilakukan operasi pembedahan untuk mengangkat sel kanker. Semakin besar ukuran kanker operasi yang lebih rumit diperlukan untuk mengangkat bagian usus yang memiliki kanker. Pada kanker stadium lanjut kombinasi dari terapi operasi, radiasi, dan kemoterapi dapat digunakan untuk mencegah kekambuhan dan meningkatkan kemungkinan untuk sembuh. Sebelum memulai terapi kanker sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi atau bedah onkologi untuk merencakan jenis terapi yang optimal.

Baca juga artikel lainya pengobatan tradisional kanker usus

Rabu, 18 Februari 2015

Jenis-Jenis Batu Ginjal

Pada artikel ini kita akan membahas gejala penyakit batu ginjal, penyebab, faktor risiko, jenis-jenis batu ginjal serta cara pengobatannya. Batu ginjal (renal lithiasis) adalah gumpalan kecil dan keras yang terbentuk di dalam ginjal anda.

Batu ginjal terbentuk dari mineral dan asam garam. Batu ginjal dapat disebabkan oleh berbagai hal. Pada skenario yang umum, batu ginjal terbentuk ketika urin berkonsentrasi, mineral mengkristal dan menggumpal.

Sakit batu ginjal biasanya dimulai pada sisi tubuh atau punggung, di bawah pinggul serta bergerak ke perut bagian bawah dan pangkal paha. Rasa nyeri berubah seiring dengan pergerakan batu ginjal pada saluran urin.

Batu ginjal biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen. Pengobatan rasa sakit dan minum banyak air merupakan bagian dari pengobatan yang sering dibutuhkan. Bagaimanapun, pengobatan dapat membantu mencegah terbentuknya batu ginjal pada mereka dengan peningkatan risiko.

 Gejala Penyakit Batu Ginjal

Batu ginjal dapat ataupun tidak menyebabkan tanda dan gejala sampai batu tersebut bergerak di dalam ureter –pipa yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih. Pada satu titik, tanda dan gejala yang dapat terjadi adalah:
  • Nyeri yang parah pada sisi tubuh atau punggung, di bawah pinggul
  • Nyeri yang menyebar ke bagian bawah tubuh dan pangkal paha
  • Nyeri pada saat buang air kecil
  • Urin berwarna pink, merah atau coklat
  • Mual dan muntah
  • Sering buang air kecil
  • Demam dan menggigil saat infeksi terjadi
Penyebab & Faktor Risiko

1. Penyebab

Batu ginjal sering tidak terdefinisikan dengan satu penyebab. Beberapa faktor yang sering berkombinasi, membuat kondisi dimana seseorang rentan mengalami batu ginjal.

Batu ginjal terbentuk ketika komponen urin –cairan dan berbagai mineral dan asam- hilang keseimbangan. Ketika hal ini terjadi, urin anda terdapat lebih banyak zat yang mengkristal, seperti kalsium, oxalate dan uric acid, daripada cairan. Pada saat yang sama, pada urin anda terdapat zat yang mengkristal dan menggumpal sehingga terbentuk batu ginjal. Hal ini membuat kondisi dimana batu ginjal lebih mungkin terbentuk.

2. Faktor risiko

Faktor risiko yang dapat meningkatkan batu ginjal terjadi antara lain:
  • Memiliki seseorang dalam keluarga dengan kasus batu ginjal
  • Mereka yang berusia 40 tahun keatas, meskipun batu ginjal dapat terjadi pada usia berapapun
  • Laki-laki lebih cenderung mengalami batu ginjal
  • Dehidrasi
  •  Makanan tertentu yang tinggi protein, tinggi sodium dan gula dapat meningkatkan risiko beberapa jenis batu ginjal
  • Obesitas
  • Memiliki penyakit atau operasi pada saluran pencernaan
  • Kondisi medis lain, antara lain renal tubular acidosis, cystinuria, hyperparathyroidism dan infeksi saluran urin tertentu
 Jenis-jenis batu ginjal dan cara pencegahan

Jenis-Jenis Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal memiliki beberapa jenis berdasarkan sumber pembentuknya.

1. Batu kalsium

Banyak batu ginjal adalah batu kalsium yang biasanya berbentuk kalsium oxalate. Kadar oxalate yang tinggi dapat ditemukan pada beberapa buah dan sayuran, kacang dan coklat. Hati anda juga menghasilkan oxalate. Makanan, vitamin D dosis tinggi, operasi saluran pencernaan dan beberapa kelainan metabolisme dapat meningkatkan konsentrasi kalsium atau oxalate pada urin. Batu kalsium juga dapat terjadi dalam bentuk kalsium fosfat.

2. Batu struvite

Batu struvite terbentuk sebagai respon terhadap infeksi, seperti infeksi saluran urin. Batu struvite dapat berkembang dengan cepat dan menjadi cukup besar.

3. Batu uric acid

Ini terbentuk pada mereka yang mengalami dehidrasi, mereka yang makan makanan tinggi protein dan mereka yang memiliki encok. Faktor genetik tertentu dan kelainan pada jaringan penghasil darah juga dapat membuat anda cenderung mengalami batu uric acid.

4. Batu cystine

Batu ginjal jenis ini memiliki kasus yang sedikit. Batu ini terbentuk pada mereka yang memiliki kelainan secara turun temurun yang menyebabkan ginjal menghasilkan asam amino (cystinuria) tertentu dalam jumlah banyak.

5. Batu lainnya

Kasus batu ginjal langka lainnya juga dapat terjadi.

Mengetahui jenis batu ginjal yang anda alami dapat membantu anda mengerti apa yang menyebabkan batu ginjal terbentuk dan dapat memberikan petunjuk apa yang dapat anda lakukan untuk mengurangi risiko mengalami batu ginjal.

Pencegahan Penyakit Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal bisa dicegah dengan membiasakan diri mempraktekan pola hidup sehat. Lebih jelasnya seperti poin-poin di bawah ini:
  • Perubahan gaya hidup:
  • Minum cukup air setiap hari
  • Makan lebih sedikit makanan kaya oxalate, seperti bayam, ubi, teh, cokelat dan produk kedelai
  • Memilih makanan yang rendah garam dan protein hewani
  • Makan makanan kaya kalsium, akan tetapi membatasi penggunaan suplemen kalsium
Baca juga artikel lainya pengobatan tradisional batu ginjal