Selasa, 17 Februari 2015

5 Langkah Anti Cemas Saat Menemukan Benjolan Di Payudara

Ladies, sebagai seorang wanita, tubuh kita dipenuhi dengan aset seperti payudara dan Miss V yang harus dijaga kesehatannya. Namun saat penyakit melanda tanpa kita sadari, apa yang sebaiknya kita lakukan?
Bila Anda menemukan benjolan pada area payudara, jangan keburu takut. Benjolan tak selalu mengindikasikan penyakit berat. Namun agar tak semakin menjadi-jadi, maka kita harus melakukan penanganan lebih dini. Berikut ini 5 cara yang bisa Anda lakukan bila menemukan benjolan di sekitar payudara.

Raba Seluruh Bagian Payudara

Cek pada semua bagian payudara Anda, baik itu di sisi kiri maupun kanan. Cek sambil berbaring, berdiri, tanpa menggunakan bra atau pakaian. Sentuh dan tekan perlahan untuk memastikan bentuk, ukuran serta jumlah benjolan.

Cek Kalender Menstruasi

Bisa jadi benjolan ini muncul karena Anda akan menstruasi. Namun bila Anda merasakan kejanggalan selepas tanggal menstruasi Anda, kumpulkan informasi dari web kesehatan atau teman wanita terdekat seputar benjolan tersebut.

Ganti Menu Makan

Bila Anda merasakan hal yang kurang nyaman pada benjolan Anda dan belum yakin untuk ke dokter, ganti menu makanan dan minuman Anda. Konsumsi lebih banyak sayuran, buah, air putih, jus. Hindari makanan berlemak seperti telur, daging ayam potong, lemak, kulit ayam, bakso dan produk susu.

Tidur Tepat Waktu

Hindari pekerjaan malam, tidur tepat waktu dan full 6-8 jam. Tidur bisa membantu tubuh untuk membersihkan dan menyembuhkan seluruh sel yang rusak. Selain itu juga bisa mengatasi stres serta nyeri pada tubuh.

Berani Dan Konsultasi

Sudah menerapkan ini semua dan masih merasakan kejanggalan? Stay positive dan be brave. Semakin Anda berani, semakin bisa lebih cepat diatasi. Konsultasikan dengan dokter mengenai keadaan Anda. Dengan begitu Anda bisa menanyakan kemungkinan pengobatan atau resiko lainnya.

Jangan takut menanyakan kondisi Anda, Ladies. Ketahui gejala benjolan lebih dini dan tanyakan pada ahlinya tentang solusi yang tepat.

Baca juga artikel pengobatan alami benjolan di payudara Klik Di Sini

Senin, 16 Februari 2015

Pencegahan Kanker Serviks

Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.

Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Ciri-Ciri Perempuan Menderita Kanker Serviks

Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll. Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:
  • Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
  • Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
  • Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
  • Mengalami sakit saat buang air kecil
  • Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
  • Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.
Pencegahan Kanker Serviks

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan kaum perempuan dalam hal mencegah kanker serviks agar tidak menimpa dirinya, antara lain:
  • Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi
  • Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
  • Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
  • Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini
  • Hindari berhubungan intim saat usia dini
  • Selalu setia kepada pasangan anda, jangan bergonta-ganti apalagi diikuti dengan hubungan intim.
  • Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim
  • Jika anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV
  • Perbanyaklah konsumsi makanan  sayuran yang kandungan beta karotennya cukup banyak, konsumsi vitamin c dan e.
Meskipun demikian, jika anda sudah terdeteksi mengidap kanker serviks, maka ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan. Jika terdeteksi kanker serviks stadium awal, maka pengobatannya dilakukan dengan cara menghilangkan kanker serviks tersebut dengan cara dilakukan pembedahan, baik pembedahan laser, listrik atau dengan cara pembekuan dan membuang jaringan kanker serviks (cyrosurgery). Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut akan dilakukan pengobatan dengan cara kemoterapi serta radioterapi, namun jika sudah terdeteksi cukup parah, tiada lain kecuali dengan mengangkat rahim (histerektomi) secara menyeluruh agar kanker tidak berkembang.

Baca juga artikel lainya obat kanker serviks tradisional

Minggu, 15 Februari 2015

Faktor Risiko Dan Komplikasi Tumor Otak

Meskipun dokter tidak yakin apa yang menyebabkan mutasi genetik yang dapat menyebabkan tumor otak primer, mereka telah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko tumor otak. Faktor risiko tumor otak meliputi:

Faktor Ras sangat mempengaruhi Tumor Otak: Secara umum, tumor otak lebih sering terjadi dan di idap kebanyakan orang kulit putih (Ras Eropa) daripada serangan tumor otak terhadap Ras non kulit putih(ras Asia, Afrika, amerika Latin DLL).

Faktor usia mempengaruhi Tumor Otak: Risiko tumor otak meningkat seiring pertambahan usia. Tumor otak yang paling umum pada orang dewasa yang memiliki umur lebih tua. Namun, tumor otak dapat terjadi pada semua usia. Dan beberapa jenis tumor otak, seperti medulloblastomas, terjadi hampir secara eksklusif terhadap anak-anak.

Faktor Paparan radiasi mempengaruhi Tumor Otak: Orang-orang yang terlalu sering terpapar berbagi jenis radiasi yang disebut radiasi pengion memiliki peningkatan risiko tumor otak. Contoh radiasi pengion termasuk terapi radiasi digunakan untuk mengobati kanker dan paparan radiasi yang disebabkan oleh bom atom. Bentuk yang lebih umum dari radiasi, seperti medan elektromagnetik dari jaringan listrik dan radiasi frekuensi radio dari ponsel dan microwave oven, belum terbukti dihubungkan dengan risiko tumor otak.

Faktor  paparan Kimia pada pekerjaan mempengaruhi Tumor Otak. Orang yang bekerja di industri tertentu mungkin memiliki peningkatan risiko tumor otak, mungkin karena bahan kimia yang  sering terpapar di tempat kerja.

Faktor Riwayat keluarga mengidap tumor otak: Sebagian kecil dari tumor otak terjadi pada orang  yang memiliki riwayat keluarga atau keturunan pengidap tumor otak atau riwayat keluarga sindrom genetik yang meningkatkan risiko tumor otak.

Komplikasi Tumor Otak

Tumor otak dapat menyebabkan komplikasi tergantung pada bagian otak Anda yang terpengaruh. Komplikasi dapat meliputi:

Komplikasi Kelemahan Akibat Tumor Otak:Tumor otak dapat merusak bagian dari otak. Tetapi jika bagian dari otak yang terlibat terjadi untuk mengontrol kekuatan atau gerakan tangan atau kaki, bisa menghasilkan kelemahan yang pasti di bagian tubuh. Kelemahan disebabkan oleh tumor otak bisa sangat mirip dengan yang disebabkan oleh stroke.

Komplikasi Penglihatan Akibat Tumor Otak: Tumor otak yang merusak saraf yang terhubung ke mata atau bagian dari otak yang memproses informasi visual (visual korteks) dapat menyebabkan masalah penglihatan, seperti penglihatan ganda atau bidang penurunan visi.

Komplikasi Sakit kepala Akibat Tumor Otak: Tumor otak yang menyebabkan peningkatan tekanan dalam otak bisa menyebabkan sakit kepala. Sakit kepala ini bisa menjadi parah dan tak henti-hentinya dan kadang disertai dengan mual dan muntah. Sakit kepala dapat disebabkan oleh tumor itu sendiri, atau mereka dihasilkan dari cairan yang mengembang di otak (hidrosefalus).

Perubahan kepribadian Akibat Tumor Otak: Tumor di daerah tertentu dari otak dapat menyebabkan perubahan kepribadian atau perubahan perilaku.

Komplikasi Gangguan pendengaran Akibat Tumor Otak: Tumor otak yang mempengaruhi saraf pendengaran - terutama neuromas akustik - dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada telinga pada sisi yang terlibat dengan saraf  otak.

Kejang Akibat Tumor Otak: Tumor otak dapat menyebabkan iritasi pada otak yang dapat menyebabkan kejang.

Baca juga artikel lainya pengobatan tradisional tumor otak

Jumat, 13 Februari 2015

Gejala Dan Pencegahan Paru Paru Basah

Gejala dan pencegahan penyakit paru paru basah. Dalam dunia kedokteran, tidak ada yagn namanya paru-paru basah melainkan pneumonia. Paru-paru basah atau pneumonia merupakan suatu penyakit akibat infeksi yang menyebabkan organ paru-paru meradang. Kantong-kantong udara dalam paru (alveoli) dipenuhi nanah dan cairan, sehingga kemampuan menyerap oksigen berkurang. Penyakit paru paru basah telah diteliti dan diketahui disebabkan oleh sekitar 30 macam sumber infeksi, namun penyebab utamanya berasal dari bakteri, virus, mikroplasma, jamur, berbagai senyawa kimia, dan partikel lainnya. Meski kasus pneumonia akibat bakteri tidak terlalu banyak, tapi infeksi akibat bakteri cenderung menimbulkan infeksi lebih berat daripada yang disebabkan oleh nonbakteri. Virus sinsitial pernapasan (respiratory syncitial virus atau RSV), painfluenzae, influenzae, dan adenovirus merupakan yang paling kerap menyebabkan pneumonia. Untuk menghindari penyakit paru paru basah perlu diketahui gejala dan pencegahan penyakit paru paru basah.

Gejala penyakit paru paru basah di bagi menjadi dua, yaitu gejala saluran napas dan gejala tubuh secara luas.

- Gejala saluran napas
1. Batuk disertai dahak selama 3 minggu atau lebih.
2. Ketika keluar dahak sering bercampur dengan darah.
3. Sesak nafas dan dada terasa nyeri.

- Gejala tubuh secara luas
1. Nafsu makan berkurang.
2. Berat badan menurun.
3. Demam lebih dari 1 (satu) bulan.
4. Berkeringat di malam hari, meskipun tidak melakukan kegiatan apapun.

Sebaiknya jika kita merasakan gejala sering sesak napas, batuk-batuk berdahak, dan nyeri dada. Bisa jadi gejala itu adalah tanda-tanda paru-paru basah. Bagi yang belum mengalami gejala di atas, sebaiknya ganti cara istirahat tidurnya. “Sebaiknya gunakan ranjang yang agak tinggi karena ranjang yang tinggi akan menghindarkan dari menghirup uap air yang berasal dari lantai. Namun bagi yang sudah merasakan gejala di atas, berhati-hatilah dan segera periksa ke dokter untuk mencegah terjadinya penyakit paru paru basah. Biasanya seseorang yang dinyatakan menderita paru-paru basah akan menjalani terapi hingga 6 bulan. Bila benar dinyatakan menderita paru-paru basah, atau merasa mengalami gejala sesak napas, batuk dan sebagainya.

Baca artikel lainya pengobatan alami paru -paru basah Klik Di Sini

Kamis, 12 Februari 2015

Pantangan Makanan HIV/AIDS

Makanan pantangan hiv aids – Istilah HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) memiliki arti yang berbeda. HIV merupakan nama dari virus penyebab penyakit AIDS. Sedangkan, penyakit AIDS adalah penyakit yang ditimbulkan oleh adanya penurunan kekebalan tubuh hingga ke level terendah akibat infeksi HIV.

Virus HIV yang masuk ke dalam tubuh tersebut akan menyerang dan merusak sel darah putih tertentu (CD4). Sebagaimana kita ketahui, di dalam tubuh, sel darah putih berfungsi sebagai “tentara” yang menjadi basis pertahanan tubuh terhadap berbagai macam serangan dari luar. Bagi mereka yang terinfeksi virus HIV, sistem kekebalan tubuhnya menjadi rusak. Sehingga, lambat laun, sistem pertahanan ini melemah. Otomatis, jumlah sel CD4-nya semakin berkurang. Jika kondisi ini berlanjut sampai ke level terendah, ia berada dalam tahap AIDS.

Pantangan Makanan

Untuk penderita penyakit HIV AIDS sebenarnya tidak perlu khawatir akan masalah pantangan makanan karena tidak perlu ada yang dihindari, meskipun demikian ada beberapa aturan umum diantaranya :
  • Jangan makan makanan mentah (susu yang tidak dipasteurisasi, telur mentah & produknya, ikan mentah, dll)
  • Masak daging dengan matang
  • Lebih sering mencuci tangan & peralatan masak yang digunakan
  • Cuci sayur dan buah dengan baik, kupas dan masaklah produk organik karena pada bagian kulitnya mungkin terdapat kuman
  • Tidak perlu memisahkan peralatan makan para pengidap AIDS
  • Para pengidap AIDS pun boleh menyiapkan makanan, yang penting cuci tangan.
Itulah artikel mengenai pantangan manakan penderita hiv aids mudah-mudahan bermanfaat.

Baca juga artikel lainya obat herbal hiv/aids

Selasa, 10 Februari 2015

Pengobatan Kanker Usus Besar

Sekilas Kanker Usus Besar

Usus besar merupakan bagian dari sistem pencernaan yang berfungsi sebagai tempat menampung limbah makanan yang masuk ke sistem pencernaan. Sementara bagian ujung dari usus besar yang berada dekat anus disebut rektum.

Kanker usus besar adalah kanker yang menyerang usus besar yang letaknya berada di bagian bawah sistem pencernaan. Kanker rectal adalah kanker yang terdapat pada beberapa inchi di bagian akhir usus besar. Banyak kasus kanker usus besar dimulai dengan ukuran kecil, benjolan sel jinak yang disebut adenomatous polyps. Polip ini biasanya menyebabkan kanker usus besar.

Kanker usus besar dan rektum (juga disebut sebagai kanker kolorektal) dapat menyerang dan merusak jaringan sekitar usus dan organ lain. Sel-sel kanker juga dapat melepaskan diri dan tersebar ke bagian lain dari tubuh (seperti hati dan paru-paru) membentuk tumor baru.
Pencegahan kanker usus besar

Upaya pencegahan terhadap kanker usus besar pada dasarnya adalah dengan menghindari penumpukan tinja berada terlalu lama di dalam usus. Dan, menghindari konstipasi atau sembelit juga tentunya.

Untuk pencegahan penyakit kanker usus diantara bisa dilakukan dengan :

Cara 1
Konsumsi makanan dan minuman lebih fresh/segar dan alami

Cara 2
Konsumsi makanan dengan kandungan kaya serat seperti pepaya, sayur hijau, dan lain-lain

Cara 3
Kurangi semaksimal mungkin penggunaan pengawet dan penyedap buatan

Cara 4
Hindari stress, depresi dan emosi yang tidak stabil

Cara 5
Hindari makanan yang digoreng dengan minyak bekas atau minyak goreng rusak.

Cara 6
Konsumsi kopi secara rutin juga terbukti mampu mengurangi resiko pengidap penyakit ini sebagaimana dirilis di halaman wikipedia. Namun, sebaiknya harus didahului dengan mengkonsumsi makanan ringan untuk mencegah maag kambuh (bagi yang juga menderita sakit maag)

Cara 7
Menenangkan pikiran dan menjalani hidup lebih rileks, dengan kata lain adalah bersyukur dan ikhlas.

Selain beberapa hal diatas juga pada intinya segala jenis konsumsi makanan atau minuman yang masuk kedalam tubuh harus lebih terjaga. Tidak hanya memuaskan keinginan untuk makan dan memuaskan selera, akan tetapi juga mempertimbangkan kesehatan dan dampak jangka panjang.

Upaya Pengobatan

Jika sudah terdeteksi kanker usus besar stadium 4 maka berkonsultasilah dengan dokter tentang berbagai pantangan yang tidak boleh dimakan/minum. Namun, selain itu berkonsultasi tentan obat herbal atau alami yang bisa digunakan terapi contohnya seperti menghilangkan jerawat dengan jeruk nipis.

Kedua, terapi herbal menggunakan ekstrak kulit manggis masih bisa dijadikan alternatif. Kandungan aktif anti-inflamasi pada ekstrak kulit manggis juga terbukti mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Selain bahan herbal yang disebut diatas, saat ini telah banyak pula dikembangkan obat-obatan tradisional seperti dari daun sirsak dan sebagainya. Namun intinya, jaga pola makan tetap sehat dan cukup istirahan dan penuhi kebutuhan asupan air putih (mineral) serta buah dan sayur.

Baca juga artikel lainya obat tradisional kanker usus besar

Minggu, 08 Februari 2015

Cara Mencegah Gondok Beracun

Gondok beracun adalah pembesaran kelenjar tiroid, yaitu kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di bawah pangkal tenggorokan (depan leher), sedangkan gondok beracun (hipertiroid) adalah penyakit gondok biasa yang tidak diobati sehingga lama kelamaan menjadi gondok beracun.

Penyebab Penyakit Gondok Beracun

Penyakit gondok disebabkan oleh ganguan pada kelenjar tiroid sehingga tidak dapat mensekresikan hormon tiroid sesuai dengan kebutuhan tubuh. Selain itu penyakit gondok juga terjadi karena kekurangan kadar yodium yang menyebabkan penyakit gondok bersifat endemik.

Adapun Gejala Penyakit Gondok Beracun Yaitu:
  • Terjadi pembengkakan pada kelenjar ludah
  • Mulut terasa tegang dan nyeri, terutama saat mengunyah dan menelan makanan
  • Selera makan menjadi berkurang
  • Sering merasa mual bahkan sampai terjadi muntah yang berulang kali
  • Suhu badan menjadi tinggi
  • Seringkali merasakan dengungan ditelinga.
Jika sudah masuk kategori gondok beracun selain gejala di atas, sipenderita juga akan mengalami keringat dingin, mata menonjol, jantung sering berdebar-debar dan selalu cemas.

Cara mencegah Penyakit Gondok
  • Penyakit Gondok timbul akibat dari kekurangan yodium, maka langkah utama untuk mencegah penyakit ini adalah dengan mengkonsumsi garam yang mengandung yodium tinctura (larutan yodium dalam alkohol).
  • Mengkonsumsi ganggang laut yang dicampurkan pada makanan serta mengkonsumsi seafood (seperti kepiting, kerang, ikan laut dll) juga dipercaya bisa mencegah penyakit gondok.
  • Hindari makanan yang dapat mengurangi hormone tiroksin, seperti kol, kacang kedelai, kacang tanah, kacang polong, bayam dan stroberi.
Baca juga artikel lainya obat tradisional gondok beracun